Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menjaga Daya Bangun dari Akar Rumput: Karya Bakti TNI di Banyumas Menegaskan Arti Kolaborasi Pembangunan Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB |

  

Keterangan foto: Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.IP., menyampaikan sambutan saat acara penutupan Program Karya Bakti TNI Kodim 0424/Tanggamus Tahun Anggaran 2026 di Pekon Banjarejo, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Rabu (29/7/2026). Program tersebut menandai selesainya rangkaian pembangunan fisik dan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Foto: Dokumentasi Kodim 0424/Tanggamus.

PRINGSEWU, WAJOTERKINI.COM  – Pembangunan daerah pada hakikatnya tidak hanya diukur melalui hadirnya infrastruktur baru, melainkan juga dari kemampuan seluruh elemen bangsa membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Perspektif tersebut menjadi benang merah dalam penutupan Program Karya Bakti TNI Kodim 0424/Tanggamus Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Pekon Banjarejo, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Rabu (29/7/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu menjadi penanda berakhirnya rangkaian program pengabdian teritorial Kodim 0424/Tanggamus yang selama pelaksanaannya mengintegrasikan pembangunan fisik dengan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif.


Acara penutupan dihadiri Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas, Wakil Bupati Umi Laila, S.Ag., Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.IP., unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Suherman, S.E., perwakilan Kejaksaan Negeri Pringsewu, jajaran pemerintah daerah, Camat Banyumas, kepala pekon se-Kecamatan Banyumas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono menegaskan bahwa pembangunan merupakan proses kolektif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah. Menurutnya, Karya Bakti TNI menjadi instrumen pembinaan teritorial yang mempertemukan peran TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan pembangunan secara bersama.


Ia menilai semangat gotong royong tetap menjadi modal sosial yang relevan di tengah dinamika pembangunan saat ini. Melalui kebersamaan, partisipasi, dan kepedulian sosial, berbagai keterbatasan dapat diubah menjadi kekuatan yang menghasilkan manfaat lebih luas bagi masyarakat.


Dandim juga mengajak seluruh pihak agar memaknai Karya Bakti bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebagai momentum mempererat persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun kesadaran kolektif bahwa kemajuan wilayah merupakan tanggung jawab bersama.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari banyaknya hasil fisik yang dibangun, tetapi juga dari kuatnya nilai kebersamaan yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Atas dasar itu, ia berharap kemanunggalan TNI dan rakyat terus menjadi fondasi dalam menciptakan wilayah yang aman, produktif, maju, dan sejahtera.


Mengakhiri sambutannya, Dandim secara resmi menutup Program Karya Bakti Kodim 0424/Tanggamus Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Banyumas.


Sementara itu, Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0424/Tanggamus beserta seluruh personel TNI yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi selama pelaksanaan program.


Menurut Bupati, Karya Bakti memberikan manfaat yang tidak hanya terlihat melalui pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat serta menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai modal pembangunan daerah.


Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat sebagaimana tercermin dalam pelaksanaan Karya Bakti menjadi contoh implementasi pembangunan yang berbasis partisipasi.


Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga serta memanfaatkan seluruh hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, sekaligus mempertahankan semangat kebersamaan sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Pringsewu.


Selama pelaksanaan Karya Bakti Tahun Anggaran 2026, berbagai sasaran fisik berhasil direalisasikan, di antaranya pembukaan badan jalan sepanjang 1.550 meter dengan lebar 5 meter di Pekon Banjarejo, pembangunan gorong-gorong buis berdiameter 60 sentimeter sepanjang 5 meter, enam unit gorong-gorong plat, pembangunan talud dengan beberapa tipe dan panjang berbeda, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan sumur bor.


Selain pembangunan fisik, program tersebut juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya narkoba, mitigasi bencana, pencegahan stunting, penyuluhan pertanian, kontrasepsi jangka panjang, hingga pembinaan organisasi kepemudaan.


Pelayanan kepada masyarakat turut menjadi bagian dari program melalui pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan keluarga berencana dan kesehatan, pengobatan gratis, khitanan massal, serta pembagian sembako.


Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan lancar. Secara substansial, Karya Bakti Tahun Anggaran 2026 memperlihatkan bagaimana pembangunan berbasis kolaborasi mampu mempertemukan kepentingan negara dan masyarakat dalam satu ruang pengabdian yang sama. Di tengah tantangan pembangunan daerah, pendekatan semacam ini memperkuat keyakinan bahwa percepatan pembangunan tidak hanya bergantung pada sumber daya, tetapi juga pada kualitas sinergi antarlembaga dan partisipasi warga sebagai bagian dari proses pembangunan itu sendiri. (Davit )


×
Berita Terbaru Update