WajoTerkini,PROBOLINGGO JATIM, – Komitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan ditunjukkan RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo. Rumah sakit plat merah tersebut resmi meluncurkan inovasi digital terbaru bernama SI PETA KENCANA, Sistem Integrasi Pengendalian Tata Kelola dan Akuntabilitas Kesehatan dan Perencanaan Daerah.
Inovasi tersebut digagas langsung oleh Direktur RSUD dr. Moh. Saleh, dr. Nurul Hasanah Hidayati, sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI Tahun 2026.
SI PETA KENCANA hadir untuk menjawab persoalan fragmentasi data layanan kesehatan. Berdasarkan pemetaan internal, dari total 19 jenis layanan di RSUD dr. Moh. Saleh, baru 31,6 persen atau 6 layanan yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
Integrasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo bahkan baru 5,3 persen atau 1 layanan, sementara dengan pihak eksternal sebesar 15,8 persen atau 3 layanan. Kondisi ini menyebabkan banyak aplikasi berjalan sendiri-sendiri (silo system) dan sebagian layanan masih manual.
Dampaknya, beban administrasi tinggi, sering terjadi input data berulang, dan data real-time untuk perencanaan daerah sulit disajikan.
“Hadirnya SI PETA KENCANA bertujuan menyatukan seluruh platform digital pelayanan kesehatan dan tata kelola internal rumah sakit agar terhubung langsung dengan sistem perencanaan serta penganggaran Pemkot Probolinggo,” kata dr. Nurul Hasanah, Senin (28/9/2026).
Dalam milestone jangka pendek pada Agustus hingga September 2026, proyek perubahan ini telah mencapai target 100 persen. Beberapa capaian strategis berhasil direalisasikan.
Pertama, aspek legalitas kelembagaan melalui pembentukan Tim Kerja Efektif dan penyusunan rancangan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Probolinggo.
Kedua, penguatan kolaborasi daerah dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS/MoU) antara RSUD dr. Moh. Saleh dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Probolinggo pada 19 Agustus 2026.
Ketiga, dari sisi teknologi, tim telah berhasil membuat prototipe dan dashboard kontrol SI PETA KENCANA serta melakukan penyelarasan basis data.
Inovasi ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional Asta Cita Presiden. Khususnya Asta Cita ke-7 terkait reformasi birokrasi dan pencegahan korupsi melalui transparansi tata kelola, serta Asta Cita ke-6 mengenai pemerataan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Ke depan, dengan adanya dashboard terintegrasi secara real-time, Pemerintah Kota Probolinggo dapat memanfaatkan data kesehatan yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan yang berbasis data (data-driven decision making).
Bagi masyarakat, integrasi sistem ini diharapkan mampu mempercepat alur pelayanan dan meningkatkan kepuasan pasien di RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo.
(Yuli)
