Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Aplikasi Go-Jek di Pringsewu Dikeluhkan Tak Berfungsi di Atas Pukul 23.00 WIB, Pemesan Kecewa!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | Oktober 17, 2026 WIB |


PRINGSEWU,WAJOTERKINI.COM  — Layanan pemesanan makanan melalui fitur GoFood pada aplikasi GoJek di Kabupaten Pringsewu, Lampung, dikeluhkan mengalami kendala berulang pada malam hari, khususnya setelah pukul 23.00 WIB. Kondisi ini membuat pengguna kecewa lantaran aplikasi yang diharapkan mempermudah pemesanan makanan justru disebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.


Keluhan tersebut disampaikan David, salah seorang pengguna GoJek di Pringsewu. Ia mengaku berkali-kali mengalami kesulitan ketika hendak memesan makanan melalui fitur GoFood pada jam tersebut. Bukannya dapat menyelesaikan pemesanan dengan lancar, aplikasi yang digunakannya justru terus berputar-putar seperti tidak merespons.


Bagi konsumen yang mengandalkan layanan pesan-antar makanan pada malam hari, kondisi tersebut tentu sangat menjengkelkan. Ketika ingin membeli makanan tanpa harus keluar rumah, pengguna justru dihadapkan pada aplikasi yang tidak kunjung memberikan kepastian.


David mengungkapkan, persoalan tersebut bukan baru sekali dialaminya. Ia mengaku telah berulang kali mencoba memesan makanan melalui GoFood setelah pukul 23.00 WIB, tetapi kembali menghadapi kendala serupa.


Saat hendak memilih dan memesan makanan, aplikasi justru hanya menampilkan proses berputar-putar. Akibatnya, pemesanan tidak kunjung berjalan sesuai harapan dan makanan yang ingin dibeli pun tidak berhasil dipesan melalui layanan tersebut.


Pengalaman berulang tersebut membuat David kecewa dan mulai enggan menggunakan fitur GoFood untuk memesan makanan pada jam-jam tersebut.


Menurutnya, konsumen tentu mengharapkan layanan yang mudah digunakan, terlebih ketika membutuhkan makanan pada malam hari. Namun, ketika aplikasi terus mengalami kendala, kemudahan yang diharapkan justru berubah menjadi sumber kekesalan.


Persoalan ini pun memunculkan pertanyaan mengenai penyebab kendala yang dialami pengguna. Apakah masalah tersebut berkaitan dengan sistem aplikasi, ketersediaan mitra pengemudi, jam operasional restoran yang terdaftar di GoFood, jaringan internet, atau faktor lain?


Hingga kini, penyebab kendala yang dialami David belum dapat dipastikan. Pengalaman tersebut juga belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh pengguna GoJek di Kabupaten Pringsewu menghadapi masalah serupa.


Meski demikian, keluhan yang disebut berulang kali terjadi pada rentang waktu yang hampir sama patut menjadi perhatian. Apabila persoalan tersebut turut dialami pengguna lain, penjelasan dari pihak terkait diperlukan agar konsumen tidak terus-menerus dibuat bertanya-tanya.


Bagi David, persoalannya bukan sekadar gagal memesan makanan melalui GoFood. Hal yang membuatnya kecewa adalah kejadian serupa yang terus berulang, sementara layanan yang diharapkan memberikan kemudahan justru tidak memberikan kepastian ketika dibutuhkan.


Kondisi ini menjadi catatan bagi penyedia layanan digital bahwa pengalaman konsumen tidak hanya ditentukan oleh kemudahan aplikasi saat digunakan pada kondisi normal, tetapi juga oleh kejelasan informasi ketika pengguna mengalami kendala.


Apabila layanan GoFood memiliki keterbatasan operasional pada jam tertentu atau terdapat faktor lain yang memengaruhi pemesanan, informasi yang jelas kepada konsumen tentu akan lebih membantu daripada membiarkan pengguna mencoba berulang kali tanpa mengetahui penyebab kegagalan.


Masyarakat yang hendak memesan makanan pada malam hari, khususnya setelah pukul 23.00 WIB, dapat mempertimbangkan alternatif lain apabila mengalami kendala serupa. Konsumen bisa menghubungi restoran secara langsung untuk memastikan ketersediaan makanan dan jam operasionalnya, atau datang langsung ke lokasi jika memungkinkan.


Langkah tersebut dapat menjadi pilihan praktis agar konsumen tidak terus membuang waktu ketika pemesanan melalui GoFood tidak kunjung berhasil. Namun, pilihan itu tidak serta-merta menggantikan fungsi layanan pesan-antar, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan aplikasi karena keterbatasan waktu atau kondisi tertentu.


Karena itu, pihak GoJek diharapkan menelusuri keluhan tersebut dan memberikan penjelasan mengenai kemungkinan penyebab kendala yang dialami pengguna di Pringsewu, terutama ketika melakukan pemesanan makanan melalui GoFood setelah pukul 23.00 WIB.


Konsumen berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai layanan yang digunakannya. Jika kendala memang berasal dari sistem aplikasi atau faktor operasional tertentu, penjelasan yang transparan dapat membantu pengguna memahami situasi sekaligus menentukan alternatif yang tersedia.


Pengalaman David menjadi pengingat bahwa layanan yang dirancang untuk mempermudah aktivitas masyarakat justru dapat menimbulkan kekecewaan ketika tidak berjalan sesuai harapan. Apalagi jika kendala tersebut dirasakan berulang kali pada waktu yang hampir sama.


Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar kemudahan memesan makanan melalui GoFood, melainkan juga kejelasan mengenai kendala yang dialami konsumen. Tanpa penjelasan yang memadai, pengguna seperti David berpotensi memilih untuk tidak lagi mengandalkan layanan tersebut pada jam-jam yang dianggap bermasalah.  (*)

×
Berita Terbaru Update