Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Semak Liar dan Kolam Keruh, Islamic Center Pringsewu Dijuluki Mirip Sarang Hantu

Kamis, 11 Juni 2026 | Juni 11, 2026 WIB |



PRINGSEWU, WAJOTERKINI.COM - Bangunan megah memang selalu menarik perhatian. Dari kejauhan, Islamic Center Pringsewu masih berdiri gagah dengan arsitektur yang menjadi salah satu kebanggaan daerah. Kubah yang menjulang dan kawasan yang luas masih memperlihatkan kesan monumental sebagaimana tujuan awal pembangunannya sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat.


Namun kesan tersebut perlahan berubah ketika pengunjung mulai memasuki area di sekitar bangunan. Di sejumlah sudut kawasan, kondisi yang terlihat justru memunculkan keprihatinan. Rumput liar tumbuh cukup tinggi, daun-daun kering berserakan di beberapa akses jalan, sementara sejumlah fasilitas taman tampak mengalami kerusakan dan belum mendapatkan perawatan yang optimal.



Gambaran yang sama juga terlihat di area kolam. Jika semak liar di sejumlah sudut kawasan seolah menjadi "penyambut tamu" bagi para pengunjung, kondisi kolam pun tak kalah memprihatinkan. Air tampak keruh dan tergenang, disertai tumpukan kotoran di beberapa bagian. Padahal, area tersebut sejatinya dirancang untuk memperkuat kesan indah dan nyaman dari salah satu ikon religi Kabupaten Pringsewu.


Kondisi tersebut kemudian memunculkan berbagai komentar bernada satir dari masyarakat. Sebagian pengunjung bahkan berkelakar bahwa suasana di beberapa sudut kawasan lebih menyerupai "sarang hantu" daripada salah satu ikon religi yang selama ini dibanggakan masyarakat Pringsewu. Candaan itu tentu bukan untuk merendahkan keberadaan Islamic Center, melainkan bentuk ekspresi kekecewaan terhadap kondisi yang mereka lihat secara langsung.



Jika dilihat lebih jauh, kritik masyarakat sebenarnya bukan semata soal rumput liar atau kolam yang keruh. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana sebuah aset publik bernilai besar dapat terlihat kurang terawat di beberapa bagian kawasan.


Menurut salah seorang narasumber, keberadaan Islamic Center selama ini tidak hanya menjadi simbol pembangunan daerah, tetapi juga menjadi tempat yang mendapatkan perhatian dan dukungan dari masyarakat.


"Tidak sedikit masyarakat yang bersedekah untuk Islamic Center ini karena berharap tempat ini menjadi pusat syiar Islam dan kegiatan umat. Jadi ketika kondisinya terlihat seperti sekarang, tentu ada rasa sedih dan kecewa," ujarnya.



Ia menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat selama ini hadir dalam berbagai bentuk. Selain mendukung kegiatan keagamaan yang berlangsung di kawasan tersebut, banyak masyarakat yang secara sukarela memberikan kontribusi dan sedekah demi mendukung keberlangsungan aktivitas keumatan yang dipusatkan di Islamic Center.


Karena itu, menurutnya, menjaga kebersihan, kenyamanan, dan fungsi kawasan bukan hanya soal pemeliharaan bangunan semata, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap kepercayaan masyarakat yang selama ini ikut berkontribusi.


Ironisnya, bangunan yang semestinya menjadi pusat aktivitas keagamaan dan kebanggaan daerah itu kini justru lebih sering menjadi bahan perbincangan karena kondisi lingkungannya. Beberapa warga bahkan menyebut, jika kawasan tersebut dibersihkan dan dirawat secara maksimal, wajah Islamic Center sebenarnya masih memiliki daya tarik yang kuat dan berpotensi menjadi salah satu destinasi religi yang representatif di Lampung.


Kondisi yang terlihat saat ini juga memunculkan sorotan mengenai pengelolaan dan pemeliharaan kawasan. Masyarakat menilai sebuah bangunan tidak cukup hanya dibangun dengan megah, tetapi juga harus dirawat secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Rumput liar yang tumbuh di sejumlah titik, daun-daun yang menumpuk, hingga kondisi kolam yang keruh dinilai bukan persoalan yang muncul dalam waktu singkat. Karena itu, sebagian masyarakat berharap adanya perhatian lebih serius terhadap pemeliharaan kawasan agar kondisi tersebut tidak semakin meluas.


Seorang warga yang ditemui di lokasi mengaku prihatin melihat keadaan Islamic Center saat ini. Menurutnya, bangunan tersebut merupakan salah satu aset kebanggaan masyarakat Pringsewu yang seharusnya menjadi wajah daerah.


"Kalau memang ada perawatan, tentu masyarakat berharap hasilnya bisa terlihat. Karena ini salah satu ikon yang sering dikunjungi masyarakat," katanya.


Pendapat serupa juga disampaikan pengunjung lainnya. Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur saat bangunan selesai didirikan atau diresmikan, tetapi juga ketika bangunan tersebut tetap terawat dan berfungsi dengan baik bertahun-tahun kemudian.


"Jangan sampai bangunan yang dulu dibanggakan akhirnya hanya menjadi latar foto dengan kondisi yang semakin memprihatinkan. Sayang sekali kalau potensi sebesar ini tidak dijaga," ujarnya.


Islamic Center Pringsewu memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, hingga wisata religi. Lokasinya yang strategis dan bangunannya yang representatif menjadi modal penting untuk mewujudkan tujuan tersebut.


Karena itu, masyarakat berharap adanya langkah pembenahan dan perawatan yang lebih maksimal sehingga kawasan ini kembali menjadi tempat yang nyaman, bersih, dan membanggakan. Harapan itu bukan tanpa alasan. Sebab bangunan yang dibangun dengan biaya besar dan dukungan masyarakat seharusnya tetap menjadi aset yang memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.


Masyarakat tentu tidak berharap Islamic Center dikenal karena julukan-julukan satir yang bermunculan. Yang diinginkan publik sesungguhnya sederhana: kawasan yang bersih, terawat, nyaman digunakan, serta mencerminkan nilai-nilai yang menjadi tujuan awal pembangunan tempat tersebut.


Hingga artikel ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi terkini maupun langkah pemeliharaan yang dilakukan terhadap kawasan Islamic Center Pringsewu. Masyarakat pun berharap adanya penjelasan dan perhatian lebih lanjut agar ikon daerah tersebut kembali dikenal karena kemegahan dan manfaatnya, bukan karena kondisi yang memancing candaan di tengah masyarakat.  ( Davit )

×
Berita Terbaru Update