Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pasca Dikeluhkan Warga, SPPG Ambarawa Barat Bersihkan Saluran Limbah

Sabtu, 20 Juni 2026 | Juni 20, 2026 WIB |
Petugas SPPG Ambarawa Barat membersihkan saluran drainase yang dipenuhi endapan lumpur, sampah, dan material organik di sekitar lingkungan permukiman warga, Sabtu (20/6/2026). Berdasarkan dokumentasi foto dan video yang diterima wartawan, pembersihan dilakukan pada sejumlah titik saluran yang terhubung dengan jalur menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai upaya memperbaiki kondisi drainase dan memperlancar aliran air. (Dok. SPPG Ambarawa Barat).


PRINGSEWU, WAJOTERKINI.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ambarawa Barat melakukan pembersihan saluran drainase di sekitar lokasi operasional mereka, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan menyusul adanya perhatian dan masukan dari masyarakat terkait aroma tidak sedap yang muncul di sekitar lingkungan.


Pembersihan difokuskan pada saluran yang menjadi jalur aliran menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sejumlah petugas terlihat mengangkat endapan lumpur, sampah plastik, ranting, serta material organik yang menumpuk di sepanjang drainase.


Berdasarkan dokumentasi foto dan rekaman video yang diterima wartawan dari petugas SPPG Ambarawa Barat, kegiatan pembersihan berlangsung di sejumlah titik saluran drainase yang berada di sekitar lingkungan permukiman warga. Dalam dokumentasi tersebut terlihat petugas melakukan pembersihan parit yang dipenuhi endapan lumpur berwarna gelap, sampah plastik, ranting, potongan kayu, serta material organik lainnya yang menghambat aliran air.


Foto dan video yang diterima juga memperlihatkan sejumlah petugas turun langsung ke dalam saluran untuk mengeruk sedimen yang mengendap di dasar drainase. Sementara petugas lainnya mengangkut hasil kerukan menggunakan gerobak dorong ke lokasi penampungan sementara. Tumpukan lumpur dan sampah yang berhasil diangkat tampak memenuhi gerobak, menunjukkan cukup banyaknya material yang menumpuk di saluran tersebut.


Dalam dokumentasi yang diterima, kondisi drainase di beberapa titik terlihat ditumbuhi rumput liar dan semak belukar yang menutupi sebagian aliran air. Petugas menggunakan cangkul, sekop, dan peralatan sederhana lainnya untuk membuka saluran yang mengalami penyumbatan serta memperlancar aliran menuju jalur pembuangan yang terhubung dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).


Meski pekerjaan tergolong berat dan kotor, proses pembersihan berlangsung secara intens. Dokumentasi video yang diterima wartawan menunjukkan koordinasi antarpetugas dalam membersihkan saluran drainase serta mengangkut material hasil kerukan guna memastikan jalur aliran air dapat kembali berfungsi dengan baik.


Kegiatan tersebut juga menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Upaya pembersihan yang dilakukan diharapkan menjadi langkah awal dalam memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus menjawab berbagai masukan masyarakat terkait kondisi saluran pembuangan di sekitar area operasional.


Berdasarkan foto dan video yang diterima wartawan, pembersihan tidak hanya difokuskan pada pengangkatan sampah dan endapan lumpur, tetapi juga mencakup pemeriksaan sejumlah bagian saluran drainase yang terhubung dengan jalur pembuangan menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air tetap berjalan dengan baik dan tidak mengalami hambatan akibat penumpukan material di dalam saluran.


Kegiatan tersebut berlangsung beberapa hari setelah munculnya perhatian masyarakat terkait aroma tidak sedap yang tercium di sekitar lingkungan. Pembersihan saluran drainase dinilai menjadi salah satu langkah awal untuk memperbaiki kondisi saluran sekaligus mengurangi potensi terjadinya penyumbatan akibat penumpukan material organik dan sedimen.


Langkah tersebut dilakukan menyusul pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pringsewu terkait pengelolaan limbah. Dalam pembinaan itu, DLH memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan, di antaranya optimalisasi sistem pengolahan limbah serta peningkatan pengawasan terhadap saluran pembuangan.


Meski demikian, sejumlah warga berharap upaya penanganan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan semata. Mereka menginginkan adanya solusi jangka panjang agar persoalan aroma tidak sedap yang selama ini dikeluhkan dapat diselesaikan secara menyeluruh.


Di sisi lain, keberadaan fasilitas IPAL yang terhubung dengan sistem pembuangan limbah juga menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga berharap seluruh sistem pengelolaan limbah dapat berfungsi secara optimal sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.


Namun demikian, sejumlah warga menilai upaya pembersihan saluran drainase perlu diikuti dengan optimalisasi sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada. Menurut mereka, keberadaan IPAL memiliki peran penting dalam memastikan limbah yang dihasilkan telah melalui proses pengolahan secara maksimal sebelum dialirkan ke lingkungan sekitar.


Warga berharap pengelola dapat terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap sistem pengelolaan limbah yang ada, baik dari sisi kapasitas, pemeliharaan, maupun pengawasannya. Dengan demikian, potensi munculnya gangguan lingkungan, termasuk aroma tidak sedap yang menjadi keluhan sebagian masyarakat, dapat diminimalkan sehingga keberadaan program penyediaan makanan bergizi dapat berjalan beriringan dengan terjaganya kualitas lingkungan dan kenyamanan warga sekitar.


Kegiatan pembersihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperbaiki kondisi lingkungan sekitar. Di sisi lain, perhatian masyarakat terhadap optimalisasi sistem pengolahan limbah diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi seluruh pihak agar program penyediaan makanan bergizi dapat berjalan secara berkelanjutan, selaras dengan upaya menjaga kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan warga di sekitar lokasi. ( Davit )

×
Berita Terbaru Update