Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Orang Tua Siswa MTs Al-Huda Bandung Baru Keluhkan MBG: “Hanya Roti, Susu, dan 6 Kelengkeng”

Rabu, 04 Maret 2026 | Maret 04, 2026 WIB |
Paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa MTs Al-Huda Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, terdiri dari satu bungkus roti, satu kotak susu Ultra Milk 125 ml, dan enam butir kelengkeng. Foto diambil pada Selasa, 4 Maret 2026. (Dok. Davit Segara)


PRINGSEWU, WAJOTERKINI.COM — Sejumlah orang tua siswa di MTs Al-Huda Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, mengeluhkan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak mereka. Mereka menilai menu yang dibagikan tidak mencerminkan prinsip gizi seimbang sebagaimana tujuan program pemerintah.


Salah seorang orang tua siswa kelas 2 berinisial SL mengungkapkan, anaknya hanya menerima roti yang diperkirakan seharga Rp3.000, satu kotak susu merek Ultra Milk, serta enam butir kelengkeng. Menurut dia, komposisi tersebut jauh dari harapan orang tua yang menginginkan asupan makanan lengkap bagi anak-anak mereka di sekolah.


“Kalau memang ini disebut makanan bergizi gratis, kami tentu berharap ada makanan pokok dan lauk yang cukup. Tapi yang diterima anak saya hanya roti, susu, dan enam kelengkeng,” ujar SL kepada wartawan, Selasa (4/3/2026).


SL menyebut, pembagian tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam tiga kali penyaluran sebelumnya, menu yang diterima juga bervariasi namun tetap dinilai minim. Ia menuturkan, pernah ada pembagian berupa pisang, empat butir kurma, roti, dan telur. Pada kesempatan lain, siswa menerima jeruk, telur, susu, dan roti. Meski terdapat tambahan protein seperti telur, ia menilai belum ada makanan utama dengan porsi yang memadai.


Program MBG sendiri dirancang untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik. Secara umum, pedoman gizi seimbang yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan merekomendasikan satu porsi makan anak sekolah mengandung sumber karbohidrat, protein hewani atau nabati, sayuran, buah-buahan, serta air minum atau susu sebagai pelengkap. Komposisi tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral yang menunjang pertumbuhan dan konsentrasi belajar.



Jika merujuk pada pedoman tersebut, paket yang hanya terdiri dari roti, susu, dan beberapa buah dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kelengkapan unsur gizi, terutama dari sisi kecukupan energi dan variasi zat gizi. Para orang tua berharap ada evaluasi dan pengawasan agar pelaksanaan program benar-benar sesuai standar yang ditetapkan.


“Kami mendukung program pemerintah. Tapi mohon diawasi dengan serius. Jangan sampai namanya makanan bergizi, tetapi di lapangan tidak sesuai harapan,” kata SL.


Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun instansi terkait di Kabupaten Pringsewu belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme pengadaan, standar menu, serta besaran anggaran per porsi dalam program MBG di sekolah tersebut. ( Davit)

×
Berita Terbaru Update