Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kepala Pekon Bandung Baru Murka! Tegas Bantah Isu Penyimpangan Dana Desa 2024: Fitnah Liar Harus Dihentikan

Rabu, 14 Januari 2026 | Januari 14, 2026 WIB |

Selamet Riyadi Kepala Pekon Bandung Baru. (Ist).

PRINGSEWU, WOJOTERKINI.COM – Kepala Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Selamet Riyadi, melontarkan bantahan keras terhadap isu dan pemberitaan yang menuding adanya dugaan penyimpangan realisasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024. Ia menegaskan, kabar yang beredar di tengah masyarakat tersebut tidak berdasar, menyesatkan, dan mencederai upaya pembangunan desa.


Selamet Riyadi menyebut narasi yang berkembang sebagai opini liar tanpa pijakan fakta, bahkan berpotensi menggiring persepsi publik ke arah yang keliru. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pengelolaan Dana Desa di Pekon Bandung Baru berjalan sesuai regulasi, terbuka, dan melalui mekanisme resmi negara.



“Ini bukan sekadar keliru, tapi sudah mengarah pada pembentukan opini sesat. Dana Desa 2024 dikelola secara sah, transparan, dan diputuskan melalui musyawarah desa. Tidak ada satu rupiah pun yang keluar dari koridor hukum,” tegas Selamet Riyadi dengan nada tinggi.


Ia menekankan bahwa fokus penggunaan Dana Desa Tahun 2024 sepenuhnya diarahkan pada kepentingan riil masyarakat, mulai dari penguatan pelayanan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi warga.



Terkait rehabilitasi kantor pekon yang dipersoalkan, Selamet Riyadi menjelaskan bahwa penganggaran tersebut berlandaskan aturan jelas bagi desa berstatus Desa Mandiri, yakni maksimal 10 persen dari Dana Desa dan dilaksanakan secara bertahap.


“Rehabilitasi kantor pekon bukan proyek ugal-ugalan. Kami rancang tiga tahun, tidak pernah melebihi batas 10 persen per tahun. Bahkan ke depan kami siap menyesuaikan dengan aturan baru, maksimal Rp25 juta. Jadi di mana letak penyimpangannya?” ujarnya tajam.


Ia juga meluruskan tudingan terkait pembangunan sumur bor senilai Rp46 juta. Menurutnya, angka tersebut sepenuhnya rasional dan berbasis kebutuhan teknis, mengingat sumur bor dibangun dengan kedalaman sekitar 40 meter demi menjamin ketersediaan air bersih yang stabil dan berkelanjutan.



“Kami tidak membangun sumur asal jadi. Kedalaman dan spesifikasi disesuaikan kondisi geologis wilayah. Ini demi kepentingan jangka panjang masyarakat, bukan untuk pencitraan,” katanya.


Pada sektor pemberdayaan ekonomi, Selamet Riyadi menegaskan bahwa Dana Desa sebesar Rp120 juta dialokasikan untuk pengembangan peternakan kambing, melibatkan empat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan satu kelompok ternak. Program tersebut disebutnya nyata hasilnya, bukan sekadar laporan di atas kertas.


“Awalnya sekitar 80 ekor kambing, sekarang sudah berkembang lebih dari 100 ekor. Ini fakta di lapangan. Program ini menggerakkan ekonomi warga, bukan seperti yang ditudingkan,” ungkapnya.


Sementara di bidang infrastruktur, Dana Desa 2024 juga direalisasikan untuk pengerasan jalan lingkungan sepanjang kurang lebih 800 meter, yang kini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha desa.


Menutup pernyataannya, Selamet Riyadi menegaskan bahwa Pemerintah Pekon Bandung Baru tidak gentar terhadap isu murahan dan tetap berdiri pada prinsip akuntabilitas serta keterbukaan.


“Kami siap diaudit, diawasi, dan dimintai klarifikasi kapan pun. Tapi hentikan menyebar kabar tanpa data. Dana Desa adalah amanah negara, dan kami menjaganya dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya tegas. (*)

×
Berita Terbaru Update