Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kunjungan Duka PMI di Pringsewu, JPIC FSGM dan Paroki Beri Dukungan untuk Keluarga Almarhum Dedi Setiawan

Rabu, 08 April 2026 | April 08, 2026 WIB |

Sejumlah perwakilan JPIC FSGM Pringsewu dan DPP Paroki Pringsewu saat mengunjungi rumah duka almarhum Dedi Setiawan di Pekon Banjarejo, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Rabu (8/4/2026). ( ist)


PRINGSEWU, WAJOTERKINI.COM – Kepedulian terhadap nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali ditunjukkan melalui kunjungan ke rumah duka almarhum Dedi Setiawan (53), warga Pekon Banjarejo, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, yang meninggal dunia di Malaysia.


Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Rabu (8/4/2026) oleh perwakilan JPIC FSGM Pringsewu yang diwakili oleh Sr. M. Valentina FSGM dan Sr. M. Marcelina FSGM. Turut hadir Koordinator Seksi Keadilan dan Perdamaian DPP Paroki Pringsewu, Bambang Tri Hasworo, S.H, serta Berta Niken Dianingrum.


Rombongan hadir sebagai bentuk solidaritas, empati, dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Dalam suasana duka yang mendalam, keluarga almarhum menyambut kunjungan tersebut dengan haru.


Almarhum Dedi Setiawan dilaporkan meninggal dunia di Malaysia setelah sempat menjalani penahanan di Depot Tahanan Imigresen (DTI) Machap Umboo, Melaka. Informasi tersebut tertuang dalam surat resmi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru tertanggal 19 Maret 2026.


Berdasarkan keterangan dari pihak KJRI, almarhum sebelumnya masih sempat diwawancarai pada 15 Maret 2026 saat berada dalam tahanan imigrasi. Namun, hanya beberapa hari setelahnya, ia dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit Tuberkulosis (TBC).


Dalam kunjungan tersebut, perwakilan JPIC FSGM dan DPP Paroki Pringsewu menyampaikan belasungkawa mendalam serta komitmen untuk terus mengawal kasus-kasus pekerja migran, khususnya yang mengalami persoalan di luar negeri.


“Kunjungan ini menjadi bentuk nyata kepedulian kami terhadap sesama, sekaligus pengingat bahwa perlindungan terhadap pekerja migran harus menjadi perhatian bersama,” ujar salah satu perwakilan.


Selain memberikan dukungan moril, rombongan juga mendengarkan langsung kronologi kejadian dari pihak keluarga serta harapan agar ke depan perlindungan terhadap PMI dapat semakin diperkuat.


Peristiwa ini kembali menjadi sorotan penting mengenai kondisi pekerja migran Indonesia di luar negeri, terutama terkait aspek kesehatan, perlindungan hukum, serta pemenuhan hak-hak dasar selama berada di negara penempatan. ( Davit)

×
Berita Terbaru Update