PRINGSEWU, WAJOTERKINI.COM – Keluhan terkait menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pandansurat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, terus menjadi sorotan publik di media sosial.
Keluhan awal disampaikan oleh seorang warganet bernama Nadilla Putri melalui grup Facebook “Bumi Sukoharjo Damai”. Dalam unggahannya, ia menilai menu makanan yang diberikan kurang sesuai untuk balita, terutama karena adanya sambal yang dinilai tidak tepat untuk anak usia dua tahun.
“Bukan tidak bersyukur, tapi kok anak umur dua tahun diberi sambal,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa anaknya mengalami kesulitan dalam mengonsumsi makanan tersebut. Menurutnya, menu yang disediakan seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak balita, termasuk menghindari makanan pedas. Ia juga menyoroti porsi buah yang diterima, yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.
Unggahan tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet lainnya. Sebagian menilai hal itu sebagai masukan yang perlu diperhatikan, sementara lainnya memberikan tanggapan berbeda.
Akun Amah Taya berpendapat bahwa pada dasarnya menu yang diberikan bersifat seragam. “Intinya, menu untuk balita atau anak-anak memang sama,” tulisnya.
Sementara itu, akun Mamanya Gavin Ghea menyampaikan pandangan bahwa balita usia dua tahun umumnya masih dalam masa menyusui. “Jika balita masih menyusu, maka yang mengonsumsi makanan tersebut adalah ibunya,” ujarnya.
Di sisi lain, akun Baingah Muntati menyoroti keberlangsungan operasional dapur penyedia makanan. Ia mengungkapkan rasa syukur karena layanan tersebut masih berjalan. “Alhamdulillah, dapurnya masih beroperasi,” tulisnya.
Kritik lebih tajam juga datang dari akun Mba Wid yang menyoroti kualitas pengelolaan di SPPG Pandansurat. Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh, terutama dengan membandingkan kualitas menu dari dapur lain. Menurutnya, keluhan serupa telah berulang kali disampaikan masyarakat, namun belum terlihat adanya perbaikan signifikan.
“Saya sudah dua kali menerima, dan ayam yang diberikan sangat tipis seperti tisu, sementara tepungnya tebal dan keras. Akibatnya makanan tidak dimakan dan menjadi mubazir,” tulisnya.
Ia juga menyoroti penggunaan sambal dalam menu yang dinilai tidak sesuai untuk anak-anak, sehingga manfaat pemenuhan gizi menjadi tidak optimal.
Selain itu, komentar lain yang turut mencuat datang dari akun Dzam Arsya Hidayat. Ia mendorong para wali murid untuk tidak hanya menyampaikan keluhan di media sosial, tetapi juga mengambil langkah langsung dengan mendatangi pihak dapur MBG.
Ia menyarankan agar para orang tua datang secara bersama-sama untuk memberikan teguran apabila menu yang disajikan dinilai tidak sesuai standar. Menurutnya, banyak wali murid yang sebenarnya memiliki keluhan serupa, namun enggan menyampaikannya secara langsung.
“Percuma jika hanya diposting tanpa ada tindakan. Kalau memang tidak sesuai, sampaikan langsung karena itu hak para wali murid,” tulisnya. Ia juga menambahkan agar koordinasi dilakukan dengan perangkat pekon setempat guna mendapatkan pendampingan saat menyampaikan aspirasi.
Sementara itu, akun Alika Nisaa mengaku telah dua kali menerima paket MBG dari SPPG Pandansurat, namun merasa kurang puas dengan kualitas menu yang diberikan. Ia membandingkan dengan pengalaman sebelumnya saat menerima makanan dari SPPG lain yang dinilai lebih baik.
“Saya baru dua kali menerima dari SPPG Pandansurat, tapi sudah membuat kecewa. Sebelumnya dari SPPG lain kualitas menunya sangat baik, sedangkan yang sekarang justru menurun,” tulisnya.
Ia juga mengunggah foto menu makanan yang diterima sebagai bentuk dokumentasi, yang kemudian memperkuat respons warganet lain dalam diskusi tersebut.
SELENGKAPNYA SUMBER FACEBOOK DIBAWAH INI 👇🏿
Program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Dalam pelaksanaannya, SPPG memiliki tanggung jawab untuk memastikan kualitas, kelayakan, serta kesesuaian menu dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Pandansurat maupun instansi terkait mengenai berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat tersebut. ( Davit)
