TANGGAMUS, WAJOTERKINI.COM - Pertunjukan seni bela diri dan atraksi debus dari Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Tanggamus menyita perhatian ratusan pengunjung dalam gelaran Tanggamus Expo 2026, Rabu (8/4). Penampilan yang sarat unsur tradisi dan ketahanan fisik itu menjadi salah satu suguhan paling ramai di panggung budaya.
Suasana panggung Tanggamus Expo 2026 tampak hidup sejak sore hari. Sejumlah pendekar mengenakan pakaian khas serba hitam dengan ikat kepala berdiri di atas panggung, diiringi tabuhan musik tradisional yang menguatkan nuansa budaya Banten. Pengunjung yang memadati area depan panggung terlihat antusias menyaksikan setiap atraksi yang ditampilkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW TTKKBI Provinsi Lampung, Hi. Hengky Malondo, menyampaikan bahwa kehadiran TTKKBI dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-29 Kabupaten Tanggamus sekaligus memperkenalkan seni budaya pencak silat kepada masyarakat luas.
“Kehadiran kami di sini untuk mengenalkan seni budaya pencak silat sekaligus menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Atraksi yang ditampilkan oleh Padepokan Cimanuntung, Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talang Padang, menjadi puncak perhatian. Para pesilat memperagakan berbagai aksi ekstrem seperti menyayat lidah dengan senjata tajam, memaku tubuh dengan paku, hingga simulasi atraksi ketahanan fisik lainnya yang memacu adrenalin penonton.
Dari atas panggung, terlihat seorang pendekar memimpin jalannya pertunjukan, sementara pesilat lainnya bergantian menampilkan kemampuan. Di belakang mereka, alat musik tradisional terus ditabuh, menciptakan suasana dramatis yang membuat pengunjung terpaku. Beberapa penonton bahkan mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel.
Hesti, salah satu pengunjung asal Kecamatan Gunung Alip, mengaku terhibur dengan pertunjukan tersebut. Ia mengatakan atraksi debus yang ditampilkan terasa menegangkan sekaligus menarik untuk disaksikan secara langsung.
“Seru sekali, baru kali ini lihat langsung. Deg-degan tapi juga kagum,” katanya.
Kehadiran TTKKBI dinilai menambah semarak Tanggamus Expo 2026. Selain sebagai hiburan, pertunjukan ini juga menjadi ruang edukasi budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi pencak silat dan debus kepada generasi muda.
Jika terus dikembangkan, panggung budaya seperti ini berpotensi menjadi ikon tetap Tanggamus Expo di masa mendatang. Atraksi debus dan pencak silat dapat dikemas lebih besar dengan melibatkan padepokan dari berbagai daerah, bahkan membuka peluang festival budaya tingkat nasional.
Ke depan, Tanggamus Expo bukan hanya menjadi ajang pameran pembangunan, tetapi juga destinasi wisata budaya yang menghadirkan pengalaman autentik. Panggung tradisi, tabuhan musik, dan aksi para pendekar bisa menjadi magnet baru yang menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. ( Davit )
