PRINGSEWU,WAJOTERKINI.COM — Kontestasi Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Lampung, menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan pekon ke depan. Salah satu calon yang mengikuti kontestasi tersebut adalah Trus Trisna Ningti as, yang maju dengan nomor urut 2.
Melalui visi yang diusungnya, Trus Trisna Ningti as menawarkan cita-cita untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adil dan bersih, sekaligus mendorong Pekon Sukamulya menjadi wilayah yang mandiri, nyaman, tenteram, amanah, dan bermartabat.
Visi tersebut menempatkan kualitas pemerintahan sebagai salah satu fondasi penting dalam pembangunan pekon. Pemerintahan yang adil dan bersih bukan sekadar rangkaian kata dalam materi kampanye, melainkan sebuah harapan yang perlu diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, pelayanan publik yang baik, serta pengelolaan anggaran yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan pekon, prinsip keadilan memiliki arti penting agar pelayanan dan program pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata. Sementara itu, pemerintahan yang bersih menuntut komitmen terhadap integritas, keterbukaan informasi, serta pengelolaan keuangan pekon sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepercayaan masyarakat terhadap visi tersebut tentu perlu dibangun melalui program yang jelas, pelaksanaan yang terukur, dan kesediaan pemimpin untuk mempertanggungjawabkan setiap kebijakan yang diambil.
Salah satu program yang dicantumkan dalam materi pencalonannya adalah pemberdayaan ekonomi desa. Program ini memiliki arti strategis karena kemandirian pekon tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi yang tersedia di lingkungan mereka.
Pemberdayaan ekonomi dapat diarahkan pada penguatan usaha mikro dan kecil, pengembangan potensi pertanian, peningkatan keterampilan masyarakat, serta pembukaan peluang usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya lokal.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga terlibat sebagai pelaku ekonomi yang produktif.
Namun, keberhasilan program pemberdayaan ekonomi membutuhkan perencanaan yang matang. Pemerintah pekon perlu memetakan potensi usaha masyarakat, menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan, serta memastikan setiap program memiliki sasaran dan indikator keberhasilan yang jelas.
Dengan demikian, kepercayaan terhadap program ini dapat tumbuh melalui manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata melalui janji yang disampaikan selama tahapan pemilihan.
Program berikutnya adalah peningkatan infrastruktur dasar. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pekon.
Infrastruktur yang memadai dapat membantu memperlancar mobilitas warga, menunjang kegiatan pertanian dan perdagangan, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.
Meski demikian, pembangunan infrastruktur perlu dilaksanakan berdasarkan skala prioritas. Kondisi jalan lingkungan, akses antardusun, saluran drainase, serta fasilitas umum yang membutuhkan perbaikan dapat menjadi bagian dari pemetaan kebutuhan pembangunan, sesuai kondisi riil di Pekon Sukamulya.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat juga perlu memperoleh ruang untuk menyampaikan aspirasi dan mengawasi proses pembangunan. Keterbukaan mengenai perencanaan, penggunaan anggaran, pelaksanaan pekerjaan, hingga hasil pembangunan menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Dengan perencanaan yang tepat, program peningkatan infrastruktur dasar diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan masyarakat.
Selain kedua program tersebut, visi Trus Trisna Ningti as mengenai Pekon Sukamulya yang mandiri, nyaman, tenteram, amanah, dan bermartabat juga mengandung harapan terhadap terciptanya lingkungan sosial yang harmonis.
Kemandirian pekon membutuhkan kemampuan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi lokal dan mengelola sumber daya secara bertanggung jawab. Kenyamanan dan ketenteraman memerlukan lingkungan yang tertib, pelayanan yang responsif, serta hubungan yang baik antara pemerintah pekon dan masyarakat.
Sementara itu, nilai amanah dan bermartabat menuntut pemimpin untuk menjaga kepercayaan yang diberikan warga melalui sikap jujur, konsisten, dan bertanggung jawab dalam menjalankan kewenangannya.
Pada akhirnya, kualitas sebuah visi kepemimpinan tidak hanya diukur dari susunan kalimat yang menarik, tetapi juga dari kesiapan untuk menerjemahkannya menjadi kebijakan dan program yang realistis.
Masyarakat sebagai pemegang hak pilih memiliki peran penting dalam menilai setiap gagasan calon kepala pekon, termasuk mempertimbangkan kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat serta kemungkinan pelaksanaannya berdasarkan kemampuan keuangan dan kewenangan pemerintah pekon.
Kepercayaan terhadap program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan infrastruktur dasar akan semakin kuat apabila disertai penjelasan mengenai sasaran, tahapan pelaksanaan, sumber pembiayaan yang sah, serta mekanisme evaluasi yang terbuka.
Dengan begitu, visi yang disampaikan dalam kontestasi Pilkakon dapat menjadi dasar untuk membangun hubungan yang sehat antara calon pemimpin dan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya pemerintahan pekon yang mengutamakan kepentingan bersama.
Trus Trisna Ningti as maju dengan nomor urut 2 dalam Pilkakon Sukamulya. Pilihan masyarakat nantinya menjadi bagian dari proses demokrasi di tingkat pekon untuk menentukan pemimpin yang dinilai mampu menjalankan pemerintahan secara bertanggung jawab dan membawa pembangunan sesuai kebutuhan warga.
Pilkakon bukan sekadar persaingan memperoleh suara, melainkan juga kesempatan bagi masyarakat untuk menilai gagasan, komitmen, dan kesiapan setiap calon dalam mengemban amanah. Karena itu, pelaksanaan pemilihan yang damai, tertib, dan menjunjung tinggi perbedaan pilihan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. ( Vit. )
