PRINGSEWU, LAMPUNG, WAJOTERKINI.COM — Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu, Suherman, S.E., memiliki perhatian lain yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, yakni menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Jauh sebelum menduduki jabatan pimpinan legislatif di Kabupaten Pringsewu, Suherman telah merintis usaha kerajinan kain perca yang tumbuh dari pemanfaatan limbah konveksi. Usaha yang dikembangkan di Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana bahan sisa produksi dapat diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Perjalanan itu bermula ketika Suherman merantau ke Tangerang pada 1990. Di sana, ia mempelajari pengolahan sisa potongan kain dari aktivitas industri konveksi. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman bahwa bahan yang kerap dianggap tidak bernilai masih memiliki potensi ekonomi apabila dikelola melalui keterampilan, kreativitas, dan sistem produksi yang tepat.
Berbekal pengalaman tersebut, Suherman kemudian membawa pengetahuan yang diperolehnya ke kampung halaman. Pada dekade 1990-an, ia mulai merintis usaha pengolahan kain perca yang kemudian berkembang menjadi industri rumahan. Seiring berjalannya waktu, terutama sejak memasuki tahun 2000-an, aktivitas produksi tersebut semakin berkembang dan melibatkan masyarakat setempat.
Dari usaha yang berangkat dengan skala relatif kecil, kerajinan kain perca tumbuh menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan ruang bagi warga untuk memperoleh penghasilan. Keterlibatan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, menjadi bagian penting dalam perkembangan usaha tersebut.
Melalui pengolahan sisa potongan kain, bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai produk, seperti keset, lap, serta barang kerajinan dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Model usaha ini memperlihatkan keterkaitan antara kegiatan ekonomi masyarakat dan pemanfaatan kembali material sisa produksi. Selain membuka peluang usaha, pengolahan kain perca juga memberikan nilai tambah terhadap bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.
Dalam perkembangannya, kapasitas pengolahan bahan baku disebut meningkat dari belasan kilogram hingga mencapai puluhan bahkan ratusan ton kain perca. Skala tersebut menggambarkan potensi pengembangan industri rumahan apabila didukung keterampilan masyarakat, jaringan pasokan bahan baku, pemasaran, serta kesinambungan permintaan pasar.
Bagi masyarakat, keberadaan industri rumahan semacam ini bukan sekadar aktivitas produksi. Usaha tersebut juga dapat menjadi alternatif sumber penghasilan, terutama bagi warga yang membutuhkan kesempatan kerja tanpa harus meninggalkan lingkungan tempat tinggalnya.
Keterlibatan ibu-ibu rumah tangga turut memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak selalu harus dimulai melalui industri berskala besar. Dengan keterampilan yang sesuai dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan, kegiatan produksi sederhana pun berpotensi memberikan kontribusi terhadap perekonomian keluarga.
Atas dedikasinya dalam mengembangkan usaha kerajinan kain perca, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, dan memanfaatkan limbah produksi, Suherman disebut pernah menerima penghargaan Upakarti dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut berkaitan dengan upaya pengembangan industri kecil dan kerajinan yang memiliki peran dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pengalaman panjang tersebut menjadi bagian dari perjalanan Suherman dalam mengembangkan sektor usaha produktif, bahkan ketika kini ia menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu.
Di tengah persoalan ketenagakerjaan dan kebutuhan masyarakat terhadap sumber penghasilan yang berkelanjutan, pengembangan UMKM memiliki arti penting. Sektor ini dapat menjadi salah satu ruang untuk memperluas kesempatan kerja, mengembangkan keterampilan, dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Bagi Suherman, pengalaman menggerakkan usaha kain perca juga menjadi landasan pemikiran mengenai pentingnya peran seorang pemimpin dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurut pandangan tersebut, kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan tugas pemerintahan dan fungsi kelembagaan, tetapi juga perlu disertai perhatian terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk keterbatasan lapangan kerja dan kebutuhan peningkatan pendapatan keluarga.
Seorang pemimpin, dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, diharapkan mampu mendorong terciptanya peluang usaha, memperkuat UMKM, serta membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Upaya tersebut tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah daerah, lembaga legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat perlu membangun sinergi agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang melalui peningkatan kualitas produk, akses permodalan, perluasan pemasaran, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Pengalaman industri kain perca di Pekon Sukamulya memperlihatkan bahwa potensi ekonomi lokal dapat tumbuh dari sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat. Bahan sisa konveksi yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat menjadi komoditas produktif ketika diolah melalui keterampilan dan pengelolaan usaha yang tepat.
Perjalanan Suherman dari perantau yang mempelajari pengolahan kain perca hingga menjadi Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu menghadirkan kisah tentang hubungan antara pengalaman berusaha dan tanggung jawab publik.
Lebih dari sekadar perjalanan personal, pengembangan industri rumahan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana, kemudian berkembang melalui keterlibatan warga dan kesinambungan kegiatan produksi.
Pada akhirnya, tantangan pembangunan daerah bukan hanya bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas. Kesempatan kerja, keberlangsungan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan keluarga menjadi bagian penting dari tujuan tersebut. ( Davit. )
